|
HAMPIR setiap orang barangkali tidak asing lagi mendengar nama PepsiCo, yang telah menjadi salah satu perusahaan makanan dan minuman terkemuka di dunia, salah satu produknya adalah minuman bersoda Pepsi. Akan tetapi, siapa sebenarnya yang berada di balik kesuksesan perusahaan tersebut?
Indra Krishnamurthy Nooyi adalah orang yang berperan penting di balik nama besar PepsiCo. Sebagai Chairman and Executive Officer (CEO) PepsiCo, Nooyi bertanggungjawab penuh terhadap kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Pribadinya yang cerdas plus perspektif global yang dimiliki Nooyi, membuatnya diperhitungkan sebagai sosok berpengaruh di dunia bisnis.
Tak berlebihan menjuluki Nooyi sebagai arsitek utama yang berperan dalam pembentukan ulang pepsi secara dramatis pada pertengahan 1990-an. Berbagai keputusan bisnis yang dibuatnya terbukti tepat dalam mengantisipasi hasrat konsumen atas produk sehat sekaligus praktek bisnis yang lebih sesuai. Misalnya saja, akuisisi Tropicana pada 1998 serta merger dengan Quaker Oats Company, yang akhirnya membawa Gatorade pada PepsiCo.
Perjalanan karier
Perempuan kelahiran Tamil Nadu, India, 28 Oktober 1955 ini, memulai perjalanan kariernya di India, di mana ia menjabat sebagai manajer produk di Johnson & Johnson serta perusahaan tekstil Mettur Beardsell.
Setelah itu, Nooyi yang memeroleh gelar sarjana kimia dari Madras Christian College dan gelar MBA dari Indian Institute of Management di Calcutta, memutuskan melanjutkan pendidikannya di Yale School of Management, dan menyandang gelar S2 di bidang Manajemen Publik dan Privat.
Pada 1980, pascakelulusannya, Nooyi bekerja untuk Boston Consulting Group, kemudian dipercaya menangani urusan strategis di Motorola dan Asea Brown Boveri.
PepsiCo
Pada 1994, Nooyi akhirnya bergabung dengan PepsiCo. Melalui perjalan panjang, ia berhasil membuktikan diri sehingga terpilih sebagai presiden sekaligus CFO PepsiCo pada 2001. Tugas yang diemban Nooyi antara lain menyusun strategi global perusahaan selama lebih dari satu dekade dan memimpin restrukturisasi PepsiCo.
''Menit ketika kau membangun model bisnis yang baru, maka menit itu juga model bisnis tersebut musnah, karena seseorang akan menirunya,'' ujar Nooyi membagikan pengalamannya.
Selama menjabat posisi CFO, Nooyi terus menunjukkan berbagai prestasi cemerlang. Menurut BusinessWeek, di bawah kepemimpinan Nooyi, pendapatan tahunan perusahaan mengalami peningkatan sebesar 72%, sementara laba bersih meningkat lebih dari dua kali lipat, menjadi $5.6 juta pada 2006. Maka tak heran jika pada Oktober 2006, Nooyi diangkat sebagai CEO ke-5 dalam 44 tahun sejarah PepsiCo. Atas berbagai pencapaiannya, nama Nooyi dicantumkan dalam daftar ''50 Women to Watch'' oleh Wall Street Journal pada 2007 dan 2008. Selain itu, ia juga termasuk dalam daftar ''100 Most Influential People in The World'' versi majalah Time pada 2007 dan 2008. Lantas, tahun ini Forbes menobatkannya sebagai perempuan paling berpengaruh ketiga di dunia, setelah Kanselir Jerman Angela Merkel dan Ketua FDIC AS Sheila Bair. Nooyi sendiri menyebut performa yang ditunjukkannya itu bukan tanpa tujuan. Sasarannya pasti, yakni menjadikan pepsi sebagai model perusahaan di abad ke-21 yang sukses sekaligus bertanggungjawab. Sumber: media indonesia
|