Mailbox

You are not logged in.

Artikel Radio Edukasi 1251 kHz
Radio Edukasi Harus Perluas Kerja Sama PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 07 March 2010 15:50

Media audio pembelajaran, melalui radio, merupakan aset pemerintah yang mampu menjangkau masyarakat daerah pelosok dalam memperoleh informasi tentang pendididikan. Seperti adanya Radio Edukasi, merupakan satu-satunya radio di Indonesia yang secara konsisten menyiarkan program murni pendidikan. Demikian penuturan Kepala Balai Pengembangan Media Radio (BPMR) Yogyakarta Bachtiar E. Marpaung, SE, M.Si usai perpisahan purna tugasnya sebagai Kepala BPMR, Rabu (3/3). Ia menilai, masyarakat pelosok lebih dekat dengan radio daripada media elektronik lain seperti internet. “Masyarakat pelosok lebih mudah mengakses radio daripada internet” paparnya.

Menurutnya, masyarakat pelosok sangat membutuhkan Radio Edukasi sebagai sarana belajar. Karena itu, Radio Edukasi harus mampu memperluas jaringan, seperti menjalin kerja sama dengan Radio Siaran Pemerintah Daerah maupun radio swasta lainnya. “Karena itu Radio Edukasi jangan berdiam diri, harus mampu bekerja sama dengan radio lain, agar masyarakat pelosok mampu mengakses” ungkapnya.



Share halaman ini ke:
Technorati! StumbleUpon! Ask! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
 
Mini Trip Pemadam Kebakaran PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 07 March 2010 15:46

Sebanyak 53 siswa kelas 3 dan 4 SD Al Amin Yogyakarta, melakukan Mini Trip Pemadam Kebakaran di komplek kantor Pemerintah Kota Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung atas kerjasama pihak sekolah dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta. Menurut guru mata pelajaran IPA SD Al Amin Yogyakarta, Tri Hartati, acara ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran tentang fungsi energi air dan api. Ia berharap siswa tidak hanya mendapatkan teori di sekolah, akan tetapi siswa juga dapat praktik di luar sekolah mengenai ilmu alam. “Di samping anak-anak pandai dalam bidang akademis, mereka juga handal dalam keterampilan, sebab bisa langsung dipraktikkan di lapangan. Dengan demikian mereka dapat lebih memahami teori yang sudah didapatkan. Contohnya pemanfaatan energi air”, ujarnya.

Tri Hartati menambahkan, pengalaman belajar di luar kelas sangat diperlukan untuk menambah ilmu bagi siswa. Pihak sekolah melakukan kegiatan belajar di luar kelas dua bulan sekali. (ari)



Share halaman ini ke:
Technorati! StumbleUpon! Ask! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
 
Eratkan Persatuan dengan Maulud Nabi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 07 March 2010 15:43

Untuk dapat menjalin hubungan baik dengan sesama manusia, perlu menerapkan tujuh ilmu pokok. Ketujuh ilmu tersebut yakni saling mengenal, saling memahami, menebar keselamatan, menjaga hubungan baik, memberikan manfaat, memberikan pertolongan pada yang membutuhkan, dan senantiasa ber Tabayun (cross check-red) terhadap berita yang beredar. Jika rumus tadi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, niscaya manusia akan terhindar dari prasangka dan perselisihan. Demikian diungkapkan Ustadz Zamzuri, S.Ag, SH saat menjadi pembicara dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Balai Pengembangan Media Radio (BPMR) Yogyakarta, Rabu (3/3). Zamzuri juga menyampaikan pentingnya menjaga niat dalam bekerja. “Saat ini semakin susah mencari orang yang bekerja dengan ikhlas” ujarnya.



Share halaman ini ke:
Technorati! StumbleUpon! Ask! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
 
Yoyon Suryono: Wajar Jika Tidak Semua Siswa Bisa Lulus PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 01 March 2010 09:57

Secara prinsip Ujian Nasional (UN) tetap perlu dilaksanakan. UN merupakan komponen evaluasi keberhasilan pendidikan di suatu daerah. Beberapa negara seperti Singapuara, Malaysia dan Amerika Serikat masih menerapkan alat evaluasi pendidikan semacam UN. Demikian penuturan Ketua Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dr. Yoyon Suryono, M.Si di Radio Edukasi, Sabtu (27/2) dalam  program talkshow Edu Publik. Menurutnya, Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tetap melaksanakan UN untuk mengetahui sejauh mana kualitas pendidikan di Indonesia. “Kalau menurut saya, UN bukan semata-mata untuk kelulusan, yakni hanya sebagai salah satu komponen evaluasi pendidikan. Evaluasi merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk mengetahui apakah kualitas pendidikan sudah baik atau belum“,  ujarnya.



Share halaman ini ke:
Technorati! StumbleUpon! Ask! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
 
Menbudpar: 90% Museum Indonesia Tak Layak Kunjung PDF Print E-mail
Written by mariana susanti   
Friday, 19 February 2010 12:18
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar), Jero Wacik, mengatakan, sekitar 90 persen museum di Indonesia tidak layak kunjung. "Museum kita keadaannya memprihatinkan, 90 persen belum terurus dengan baik dan belum layak kunjung," kata Jero Wacik di Jakarta, Kamis. Oleh karena itu, Menteri menekankan agar pengelolaan museum harus mulai menjadi fokus perhatian bersama seluruh pihak. Demi mendorong hal itu, pihaknya menetapkan tahun 2010 sebagai tahun kunjung museum.


Share halaman ini ke:
Technorati! StumbleUpon! Ask! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

Page 1 of 9

Login

Member Online

Insan Edukasi: 0
Tamu: 6
No members online

Member baru

Sunarto offline 298
didikapriyanto offline 237
Adhi BGD offline 149
Iyan SP offline 138
Follow us on Twitter

Visitor

mod_vvisit_counterToday135
mod_vvisit_counterThis week526
mod_vvisit_counterThis month1855