Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Badan Narkotika Kabupaten dan Kota (BNK) akan menyelenggarakan Lomba Kampung Anti Narkoba se-DIY. Demikian penuturan Kepala Pusat Pencegahan (Kapus Cegah) BNN Drs. Anang Iskandar, SH, MH dalam audiensinya bersama Badan Narkotika Kabupaten/Kota di ruang rapat Wakil Gubernur, Kompleks Kepatihan, Senin (15/2).
Lomba Kampung Anti Narkoba ini diselenggarakan oleh BNN untuk ketiga kalinya, setelah di Surabaya dan Jakarta tahun 2009 lalu. “Di Surabaya dan Jakarta kami sudah melaksanakan dan antusias masyarakat sangat tinggi, Jogja saya kira demikian” ujarnya. Lomba Kampung Anti Narkoba di DIY akan dimulai sekitar Maret hingga Juni mendatang, dengan memprioritaskan proses sebagai penilaian utama, seperti kreativitas masyarakat dalam menangani narkoba. Prosesnya melibatkan sedikitnya 800 kader lokal yang telah dididik oleh BNN. “Jadi 800 kader itu yang akan melakukan penanganan di masing-masing kampung, pembagiannya nanti tergantung BNK”, ungkapnya. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur Anti Narkoba Polda DIY Kombes Edi Purwanto mengutarakan, DIY masih menduduki peringkat kedua setelah Jakarta dalam kasus narkoba. Peringkat itu dibuktikan oleh penelitian BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia tahun 2009, dengan prevalensi sekitar 2,8%. Artinya terdapat 2-3 pengguna narkoba pada tiap 100 orang di DIY. “Penelitiannya itu mengambil sampel di Catur Tunggal Kecamatan Depok Sleman. Daerah tersebut peringkat pertama kasus narkoba DIY”, pungkasnya.(ton)
| < Prev | Next > |
|---|




