.:: BPMR YOGYAKARTA & RADIO EDUKASI ::.
| | Balai Pengembangan Media Radio (BPMR) sebagai unit pelaksana teknis Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Depdiknas melalui SK Mendiknas Nomor 103/O/2003 berupaya mendukung pemecahan permasalahan pendidikan terutama yang berkaitan pada pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan mutu, relevansi dan daya saing.Sejalan dengan uraian di atas BPMR membuat sebuah gebrakan dan langkah yang cerdas dengan membangun suatu stasiun Radio yang konsen dalam bidang pendidikan. Radio ini dinamakan Radio Edukasi (RE) yang menyiarkan materi siaran pendidikan di frekuensi AM 1251 kHz.
Sejalan dengan uraian di atas BPMR membuat sebuah gebrakan dan langkah yang cerdas dengan membangun suatu stasiun Radio yang konsen dalam bidang pendidikan. Radio ini dinamakan Radio Edukasi (RE) yang menyiarkan materi siaran pendidikan di frekuensi AM 1251 kHz.
RE diharapkan dapat bermanfaat dalam ruang lingkup pembelajaran formal, nonformal, dan informasi kebijakan untuk masyarakat pendidikan maupun masyarakat yang tertarik pada dunia pendidikan. RE dikembangkan dengan pola sajian yang mendidik, interaktif, dan menghibur. Di umur yang ke-1, RE menyadari bahwa coverage area siaran masih belum bisa menjangkau seluruh pelosok Yogyakarta. Namun RE berusaha untuk meningkatkan coverage area agar bisa dipantau, didengar, dan disimak oleh semua insan pendidikan. Untuk itu RE tidak henti-hentinya berbenah, baik dari sisi SDM, Peralatan Siaran, Materi Siaran, dan Anggaran. RE menempati salah satu bangunan berlantai dua yang berada di belakang kantor BPMR. Pemancar RE berkekuatan 750 watt dengan tower pemancar berdiri di bekas kolam ikan di halaman depan BPMR. RE diperkuat oleh karyawan yang masih berusia muda (~24thn) dengan bermacam latar pendidikan yang telah berpengalaman di bidang broadcast. Pengurus RE adalah para pegawai BPMR. Sejak awal berdiri, RE mempunyai segmen pendengar yang berbeda dengan radio lainnya, yaitu siswa, guru, dan masyarakat yang memiliki perhatian pada pendidikan. Untuk itu dalam materi siarannya RE berusaha fokus pada pendidikan dan hiburan dengan rasio 70% dan 30 %. Dengan kata lain RE berusaha mengcover semua sisi di dalam dunia pendidikan. | | | |
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 07 March 2010 15:54 |
|
Sebanyak 100 siswa Sekolah Dasar se-DIY Jumat (5/3) mengikuti seleksi International Mathematics Science Olympiad (IMSO) di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Kepala Seksi TK/SD Disdikpora DIY Dra Siti Nuril Hidayati kepada Radio Edukasi Jumat (5/3) menuturkan, 100 siswa yang mengikuti seleksi terdiri atas 50 peserta bidang matematika dan 50 peserta bidang sains. “100 peserta ini seleksi awal, soal-soal sudah dari tim nasional”, ungkapnya. Selanjutnya, pihaknya akan merekomendasikan peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi tingkat nasional. Peserta tersebut akan mendapatkan pembinaan sebagai persiapan IMSO 2010 di Bali pada 11 hingga 17 Oktober mendatang.”Pada IMSO 2010 akan melibatkan 13 sampai 17 negara”, jelasnya.
|
|
|
Radio Edukasi Harus Perluas Kerja Sama |
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 07 March 2010 15:50 |
|
Media audio pembelajaran, melalui radio, merupakan aset pemerintah yang mampu menjangkau masyarakat daerah pelosok dalam memperoleh informasi tentang pendididikan. Seperti adanya Radio Edukasi, merupakan satu-satunya radio di Indonesia yang secara konsisten menyiarkan program murni pendidikan. Demikian penuturan Kepala Balai Pengembangan Media Radio (BPMR) Yogyakarta Bachtiar E. Marpaung, SE, M.Si usai perpisahan purna tugasnya sebagai Kepala BPMR, Rabu (3/3). Ia menilai, masyarakat pelosok lebih dekat dengan radio daripada media elektronik lain seperti internet. “Masyarakat pelosok lebih mudah mengakses radio daripada internet” paparnya. Menurutnya, masyarakat pelosok sangat membutuhkan Radio Edukasi sebagai sarana belajar. Karena itu, Radio Edukasi harus mampu memperluas jaringan, seperti menjalin kerja sama dengan Radio Siaran Pemerintah Daerah maupun radio swasta lainnya. “Karena itu Radio Edukasi jangan berdiam diri, harus mampu bekerja sama dengan radio lain, agar masyarakat pelosok mampu mengakses” ungkapnya.
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 2 of 29 |
|