Radio Edukasi AM 1251kHz

Cerdas, Santun, dan Menghibur !!

Saturday, Sep 04th

Last update:09:53:57 AM GMT

RSS
You are here:

BPMR

 
depanBalai Pengembangan Media Radio (BPMR) sebagai unit pelaksana teknis Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Depdiknas melalui SK Mendiknas Nomor 103/O/2003 berupaya mendukung pemecahan permasalahan pendidikan terutama yang berkaitan pada pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan mutu, relevansi dan daya saing.Sejalan dengan uraian di atas BPMR membuat sebuah gebrakan dan langkah yang cerdas dengan membangun suatu stasiun Radio yang konsen dalam bidang pendidikan. Radio ini dinamakan Radio Edukasi (RE) yang menyiarkan materi siaran pendidikan di frekuensi AM 1251 kHz.

Bahasa Indonesia Terpopuler No 5 di Facebook

E-mail Print PDF
VIVanews - Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang paling banyak digunakan kelima di situs jejaring sosial Facebook. Berdasarkan laporan terkini mengenai studi bahasa dalam situs sosial Facebook, bahasa Indonesia ada di bawah bahasa Inggris, Spanyol, Prancis, dan Turki.

Survei yang dilakukan perusahaan penelitian Inside Network mengatakan, lebih dari 20 juta penutur bahasa Indonesia menggunakan Facebook.

Bahasa paling populer di Facebook adalah Bahasa Inggris dengan 52 persen. Di tempat kedua dengan jarak cukup jauh diduduki Bahasa Spanyol dengan varian-variannya sebanyak 15 persen. Berikutnya berturut-turut adalah Bahasa Turki, Prancis, dan Indonesia dengan masing-masing sekitar 5 persen dari pengguna.

Kemudian, menyusul Bahasa Italia dengan 3,9 persen dan Jerman dengan sekitar 2,7 persen. Bahasa paling populer di Facebook berikutnya adalah Bahasa China dan Portugis. Jumlah pengguna Facebook sendiri secara keseluruhan mencapai 400 juta orang.

Bahasa Indonesia juga menjadi satu-satunya bahasa di Asia Tenggara yang mampu menembus lima besar bahasa terpopuler di Facebook. Padahal, kondisi infrastruktur telekomunikasi di Indonesia belum sebaik negara lain di Asia. Selain itu, akses komputer di tanah air juga masih sangat terbatas bagi 234 juta penduduk Indonesia.

Menurut Inside Facebook yang berbasis di California, Amerika Serikat, kondisi ini menciptakan peluang untuk mengeruk keuntungan dari negara yang bahasa nasionalnya banyak digunakan.

“Seiring dengan perkembangan Facebook di seluruh dunia, dan dengan bertambahnya para pengguna baru di negara-negara luar AS, bahasa yang digunakan pengguna Facebook merupakan faktor penting bagi pelaku dan pengembang pasar,” kata juru bicara Inside Network, seperti dikutip dari InsideFacebook, 1 Juni 2010.

Inside Network juga menekankan betapa pentingnya menyesuaikan situs Facebook dengan budaya dan nilai-nilai setempat. (umi)
Last Updated on Tuesday, 13 July 2010 06:54

Bret Taylor Bos Teknologi Facebook

E-mail Print PDF
VIVAnews - Mark Zuckerberg, pendiri situs jejaring sosial Facebook telah menunjuk Bret Taylor sebagai Chief Technology Officer. Mantan pendiri FriendFeed dan Product Manager Google Maps tersebut bergabung di Facebook pada tahun 2009 lalu setelah FriendFeed diakuisisi oleh Facebook senilai 50 juta dolar AS.

Awalnya, Taylor memegang posisi sebagai Director of Platform dan ia telah menghadirkan Open Graph dan Open Graph API di Facebook. Sebagai infromasi, Open Graph mencoba membuat hubungan sosial di internet sama pentingnya seperti hyperlink.

Taylor juga berjasa dalam membuat platform Facebook menjadi platform yang sederhana bagi para pengembang aplikasi. “Bret menjadi penasihat yang sangat membantu dan telah memberikan pengaruh positif saat menentukan keputusan untuk sejumlah produk yang dihadirkan,” kata Zuckerberg pada keterangannya, seperti dikutip dari Tech Crunch, 4 Juni 2010.

Dia menyebutkan, berhubung Bret berinteraksi baik dengan masalah teknis dan masalah produk, ia memutuskan untuk menempatkan Taylor di posisi CTO. Jabatan ini  kosong sejak Adam D’Angelo meninggalkan Facebook untuk mendirikan layanan Q&A sosial, Quora, pada tahun 2008 lalu. (mt)
 
Sumber: vivanews.com
Last Updated on Tuesday, 13 July 2010 06:54

Masuki Abad Ke-2 Muhammadiyah, Calon PP Harus Mumpuni

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Memasuki perjalanan abad keduanya, Muhammadiyah, sebagai organisasi massa Islam, memperketat bursa pemilihan pimpinan yang akan digelar dalam sebuah muktamar pada tanggal 3-8 Juli 2010.

Sekretaris pemilihan, Budi Setiawan, dalam konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (22/6) menjelaskan, calon pemimpin Muhammadiyah harus berkualitas secara intelektual dan moral, selain juga memiliki loyalitas terhadap organisasi.

”Pada penjaringan awal terseleksi 215 calon, yang merupakan perwakilan dari seluruh Nusantara. Dari 215 calon tersebut, kami menyeleksi lagi hingga menjadi 125 nama calon untuk dimusyawarahkan dalam Sidang Tanwir PP Muhammadiyah, dan Sidang Tanwir akan menetapkan lagi 39 nama. Seleksi untuk Muktamar 1 Abad ini sedikit berbeda dengan sebelumnya, jadi lebih ketat,” terangnya.
 
Budi menambahkan, beberapa nama lama seperti Dien Syamsudin, Bambang Sudibyo, dan Malik Fadjar telah bersedia kembali dicalonkan sebagai bagian dari PP Muhammadiyah. Sementara Amien Rais, hingga kini belum ada kepastian.

”Komposisi para calon pimpinan pusat rata-rata merupakan akademisi dan praktisi pendidikan. Karena itu kami yakin para calon pimpinan akan mampu membawa Muhammadiyah menjadi lebih baik” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Panitia Muktamar 1 Abad Muhammadiyah, Dasron Hamid M.Sc menjelaskan, dalam rentang 100 tahun Muhammadiyah telah menghasilkan puluhan ribu sekolah, ratusan perguruan tinggi dan ratusan rumah sakit. Amal usaha tersebut tidak hanya melayani umat Islam akan tetapi juga melayani jutaan anak bangsa tanpa memandang ras dan agama.

”Universitas Muhammadiyah Kupang Nusa Tenggara Timur memiliki hampir 70 persen mahasiswa beragama Kristen dan Katholik. Sejalan dengan itu figur calon pimpinan Muhammadiyah menjadi salah satu kunci perjalanan Muhammadiyah ke depan,” ungkapnya.(ton)
Last Updated on Tuesday, 13 July 2010 07:00

Hasil UN 2010 Pengaruhi PPDB TA 2010/2011

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Hasil Ujian Nasional tahun 2010 untuk SMA dan sederajat sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat, khususnya orang tua yang akan menyekolahkan putra-putrinya dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Drs. Suyono. Orang tua siswa menjadi lebih selektif dalam mencari dan mengumpulkan informasi tentang sekolah yang akan dijadikan tempat menuntut ilmu putra-putrinya.

“Hasil UN kemarin sangat berpengaruh sekali dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2010-2011. Hal ini dikarenakan nilai UN siswa yang berada di Kota Yogyakarta sendiri tahun ini merosot tajam dibandingkan tahun lalu,” terang Suyono.

Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tertentu antara lain, status sekolah baik itu negeri ataupun swasta, akreditasi sekolah, dan hasil UN setiap tahunnya.

Suyono menjelaskan, penerimaan siswa baru merupakan langkah penentu bagi sekolah untuk mendapatkan output yang berkwalitas baik pula.

“Jika siswa yang diterima dalam sekolah itu sudah mempunyai standar nilai dan standar kemampuan siswa diatas rata-rata, maka tidak mengherankan jika lulusan SMA yang bersangkutan juga tinggi dibandingkan sekolah yang kwalitas siswanya hanya standar, atau bahkan dibawah rata-rata,” jelas Suyono.

Akan tetapi Suyono menaruh harapan besar kepada masyarakat Yogyakarta untuk tetap memberi kepercayaan penuh kepada sekolah di Kota Yogyakarta sebagai tempat untuk menuntut ilmu. Sebab, harapan besar ini didukung dengan prestasi dari nilai rata-rata hasil UN Kota Yogyakarta yang selalu naik tiap tahunnya.

“Kurang bijak rasanya jika melihat kwalitas sekolah melalui hasil UN tahun 2010 saja. Karena, hasil UN yang menurun merupakan hasil kebijakan pusat, yang merombak jadwal UN, tanpa ada persiapan waktu yang sesuai,” sesalnya.(eva)

2010: Seluruh Desa Terhubung Internet dan Telepon

E-mail Print PDF
Pemerintah menargetkan pada 2010 seluruh desa dan kecamatan di Tanah Air telah terhubung dengan infrastuktur telepon dan internet.

"Pembangunan infrastruktur informatika dan telekomunikasi dasar ke seluruh pelosok tanah air adalah wujud nyata dari tekad bersama membangun kesatuan Indonesia," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berpidato pada Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, di Gedung DPR-RI, Jakarta.

Pada 2010 seluruh daerah perbatasan di Tanah Air juga diharapkan dapat menerima siaran TVRI dan RRI. Menurut Presiden, keberhasilan paradigma Pembangunan untuk Semua memerlukan beberapa prasyarat, di mana perbaikan kemakmuran dan kualitas hidup rakyat secara merata ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur dasar.

Pembangunan infrastruktur meliputi jalan raya, irigasi, pelabuhan laut, pelabuhan udara, penyediaan air bersih, telekomunikasi, dan infrastruktur energi dan kelistrikan. Perbaikan kualitas infrastruktur di daerah padat penduduk seperti Jawa, terutama Jakarta, dibangun Jakarta Mass Rapid Transit System Project, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

Pembangunan transportasi nasional juga dipadukan secara tersistem dengan pembangunan daerah secara berkelanjutan. "Percepatan pengembangan wilayah melalui pembangunan infrastruktur untuk membuka keterisolasian daerah-daerah terpencil," ujarnya.
 
Sumber: Media Indonesia
Last Updated on Monday, 12 July 2010 17:03

Page 2 of 9