Radio Edukasi AM 1251kHz

Cerdas, Santun, dan Menghibur !!

Saturday, Sep 04th

Last update:09:53:57 AM GMT

RSS
You are here:

BPMR

 
depanBalai Pengembangan Media Radio (BPMR) sebagai unit pelaksana teknis Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Depdiknas melalui SK Mendiknas Nomor 103/O/2003 berupaya mendukung pemecahan permasalahan pendidikan terutama yang berkaitan pada pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan mutu, relevansi dan daya saing.Sejalan dengan uraian di atas BPMR membuat sebuah gebrakan dan langkah yang cerdas dengan membangun suatu stasiun Radio yang konsen dalam bidang pendidikan. Radio ini dinamakan Radio Edukasi (RE) yang menyiarkan materi siaran pendidikan di frekuensi AM 1251 kHz.

Bijak dalam Ber-Media

E-mail Print PDF
Masyarakat Indonesia belum bisa memilah antara informasi yang boleh dikonsumsi oleh orang banyak dengan informasi yang hanya bisa dikonsumsi oleh diri sendiri. Hal ini terjadi terutama pada saat memanfaatkan jejaring sosial, salah satunya Facebook (FB). Kebanyakan pengguna FB mencantumkan status yang sebenarnya tidak pantas diketahui oleh orang banyak. Demikian dikatakan pengamat media sekaligus Dosen Komunikasi Universitas Gajah Mada (UGM) Wisnu Martha Adiputra di Radio Edukasi Sabtu (10/4), melalui program talkshow "Edu Publik".

Menurutnya masyarakat perlu memahami konsep literasi media, yakni kecakapan dalam bermedia. “Literasi media perlu dimasyarakatkan, agar mereka lebih cerdas dalam memanfaatkan media,” ujarnya. Ia berpandangan bahwa anak-anak perlu mendapatkan pendampingan orang tua selama menggunakan media baru, seperti internet, game, atau handphone, sehingga orang tua juga dituntut untuk memahami teknologi. “Jangan sampai orang tua tidak memahami penggunaan teknologi, dan tidak mau belajar sehingga anak-anak lebih tahu daripada orang tuanya,” jelasnya.

Selain itu, etika dalam bermedia juga perlu diperhatikan. “Seorang anak di bawah umur bisa mengakses internet, tetapi belum boleh mengakses situs-situs untuk orang dewasa. Tidak ada kontrol yang tegas mengenai hal ini, kontrolnya hanya dari diri mereka sendiri secara etika," jelasnya.(nov)

Membangun Pendidikan Karakter

E-mail Print PDF
Pendidikan akhlak mulia merupakan syarat fundamental bagi pembentukan pendidikan karakter bangsa. Hal ini erat kaitannya dengan tugas pokok manusia, yaitu membedakan hal yang salah dan benar secara hakiki. Demikian disampaikan Wakil Rektor Bidang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Retno S. Sudibyo, M.Sc., Apt dalam Sarasehan Nasional Pendidikan Karakter, yang diselenggarakan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis)V bersama Dirjen Dikti Kemendiknas, di Hotel Santika Yogyakarta Kamis (15/4).

“Pendidikan karakter harus dimulai dari hal yang fundamental,” ujarnya. Lebih lanjut Retno menjelaskan konsep itu dapat direalisasikan dalam budaya sekolah yang berakhlak mulia.

Karena itu menurutnya Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah setempat bertanggung jawab atas pelaksanaan pengembangan penjaminan mutu dan terjadinya kondisi yang kondusif untuk berkembangnya budaya iman dan takwa serta akhlak mulia di sekolah.

“Strategi pelaksanaan pendidikan akhlak mulia dapat dilakukan dengan mendiskusikan budaya akhlak mulia secara berkala oleh kepala sekolah dan guru. Selain itu dinas pendidikan hendaknya memiliki rutinitas sarasehan pengembangan pendidikan iman dan takwa serta akhlak mulia melalui pertemuan dengan kepala sekolah,” jelasnya.

Sementara Prof. Dr. C. Bakdi Soemanto, SU menawarkan, dalam suatu perspektif budaya untuk mewujudkan pendidikan karakter, nilai dan kebijakan lokal merupakan sumbangsih utama. Ia juga melontarkan kritikannya, seperti di Yogyakarta kebijakan lokal tampak tak punya tempat. “Mengapa? Karena Yogyakarta telah diganti dengan hal yang praktis, seperti hotel, mal, bank, dan lain-lain, setiap sudut diincar untuk itu,” tegasnya.

Sedangkan Prof. Dr. Amin Abdullah menelaah pendidikan karakter melalui kepekaan hati nurani. Ia menyarankan agar Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Pancasila perlu dikaitkan dengan isu-isu yang lebih dekat dengan kebutuhan dasar manusia.

“Isu itu seperti kesehatan, kesetaraan gender, good governance, rembug bersama para pemimpin agama tentang permasalahan sosial dan kebangsaan. Selain itu harus ada rencana aksi nasional untuk meng-update pimpinan sosial keagamaan yang berpengaruh,” tandasnya. (ton)

Pustekkom akan Kerja Sama dengan Angkasa Pura I

E-mail Print PDF

Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan PT Angkasa Pura I, pengelola Bandara Adisucipto Yogyakarta, akan bekerja sama untuk Sosialisasi TV Edukasi (TVE). Bila kerja sama ini terwujud, setiap sudut ruang tunggu di Bandara Adisucipto akan dapat mengakses TVE.

Bantuan Perpustakaan SD Lempuyang Wangi Yogyakarta

E-mail Print PDF
 
SD Lempuyang Wangi Yogyakarta mendapat Dana Pusat Sumber Belajar sebesar 95 juta rupiah dari Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi DIY. Bantuan tersebut direalisasikan dengan pembangunan perpustakaan yang nyaman bagi siswa. Kepala SD Lempuyang Wangi Eni Mulyati, S.Pd  menyambut baik bantuan tersebut, sebab perpustakaan ini turut membantu meningkatkan minat baca.

“Perpustakaan yang baik penataannya membuat anak menjadi tertarik. Dengan suasana yang demikian akhirnya mereka menjadi meminjam buku dan membaca sehingga sangat membantu di dalam pembelajaran” ujar Eni.

Eni Mulyati menambahkan, suasana yang nyaman semakin menarik minat siswa untuk datang ke  perpustakaan, terutama saat istirahat dan pada jam pulang sekolah sambil menunggu orang tua menjemput.(ari)
Last Updated on Monday, 12 April 2010 08:22

Uni Eropa Hibahkan 200 Juta Euro untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Uni Eropa (UE) menghibahkan dana sebesar 200 juta Euro kepada Pemerintah Indonesia guna meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dana tersebut diberikan melalui penandatanganan kerjasama di sektor pendidikan pada bulan Februari 2010. Pernyataan tersebut disampaikan Komisioner Uni Eropa Bidang Pembangunan, Andris Piebalgs, dalam jumpa pers Asia Europe Meeting (ASEM) II, di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Rabu (26/5).

“Dana tersebut terutama untuk mengembangkan strategi pendidikan nasional, dan ini memberikan kesempatan kepada Kementerian Pendidikan Nasional, agar lebih memiliki semangat atau ambisi dalam mereformasi pendidikan. Akhirnya nanti akan menghasilkan murid-murid berkualitas,” terangnya dalam Bahasa Inggris.

Piebalgs juga menjelaskan tentang pembangunan berkelanjutan, seperti kerajinan batik dengan sistem yang ramah lingkungan.
Last Updated on Tuesday, 01 June 2010 07:00

Page 3 of 9