Masyarakat Indonesia belum bisa memilah antara informasi yang boleh dikonsumsi oleh orang banyak dengan informasi yang hanya bisa dikonsumsi oleh diri sendiri. Hal ini terjadi terutama pada saat memanfaatkan jejaring sosial, salah satunya Facebook (FB). Kebanyakan pengguna FB mencantumkan status yang sebenarnya tidak pantas diketahui oleh orang banyak. Demikian dikatakan pengamat media sekaligus Dosen Komunikasi Universitas Gajah Mada (UGM) Wisnu Martha Adiputra di Radio Edukasi Sabtu (10/4), melalui program talkshow "Edu Publik".
Menurutnya masyarakat perlu memahami konsep literasi media, yakni kecakapan dalam bermedia. “Literasi media perlu dimasyarakatkan, agar mereka lebih cerdas dalam memanfaatkan media,” ujarnya. Ia berpandangan bahwa anak-anak perlu mendapatkan pendampingan orang tua selama menggunakan media baru, seperti internet, game, atau handphone, sehingga orang tua juga dituntut untuk memahami teknologi. “Jangan sampai orang tua tidak memahami penggunaan teknologi, dan tidak mau belajar sehingga anak-anak lebih tahu daripada orang tuanya,” jelasnya.
Selain itu, etika dalam bermedia juga perlu diperhatikan. “Seorang anak di bawah umur bisa mengakses internet, tetapi belum boleh mengakses situs-situs untuk orang dewasa. Tidak ada kontrol yang tegas mengenai hal ini, kontrolnya hanya dari diri mereka sendiri secara etika," jelasnya.(nov)
Menurutnya masyarakat perlu memahami konsep literasi media, yakni kecakapan dalam bermedia. “Literasi media perlu dimasyarakatkan, agar mereka lebih cerdas dalam memanfaatkan media,” ujarnya. Ia berpandangan bahwa anak-anak perlu mendapatkan pendampingan orang tua selama menggunakan media baru, seperti internet, game, atau handphone, sehingga orang tua juga dituntut untuk memahami teknologi. “Jangan sampai orang tua tidak memahami penggunaan teknologi, dan tidak mau belajar sehingga anak-anak lebih tahu daripada orang tuanya,” jelasnya.
Selain itu, etika dalam bermedia juga perlu diperhatikan. “Seorang anak di bawah umur bisa mengakses internet, tetapi belum boleh mengakses situs-situs untuk orang dewasa. Tidak ada kontrol yang tegas mengenai hal ini, kontrolnya hanya dari diri mereka sendiri secara etika," jelasnya.(nov)
Add new comment
Balai Pengembangan Media Radio (BPMR) sebagai unit pelaksana teknis 


SD Lempuyang Wangi Yogyakarta mendapat Dana Pusat Sumber Belajar sebesar 95 juta rupiah dari Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi DIY. Bantuan tersebut direalisasikan dengan pembangunan perpustakaan yang nyaman bagi siswa. Kepala SD Lempuyang Wangi Eni Mulyati, S.Pd menyambut baik bantuan tersebut, sebab perpustakaan ini turut membantu meningkatkan minat baca.

