Radio Edukasi AM 1251kHz

Cerdas, Santun, dan Menghibur !!

Saturday, Sep 04th

Last update:09:53:57 AM GMT

RSS
You are here:

BPMR

 
depanBalai Pengembangan Media Radio (BPMR) sebagai unit pelaksana teknis Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Depdiknas melalui SK Mendiknas Nomor 103/O/2003 berupaya mendukung pemecahan permasalahan pendidikan terutama yang berkaitan pada pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan mutu, relevansi dan daya saing.Sejalan dengan uraian di atas BPMR membuat sebuah gebrakan dan langkah yang cerdas dengan membangun suatu stasiun Radio yang konsen dalam bidang pendidikan. Radio ini dinamakan Radio Edukasi (RE) yang menyiarkan materi siaran pendidikan di frekuensi AM 1251 kHz.

Membangun Pendidikan Karakter Bangsa Melalui Kepribadian & Kearifan Lokal

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional; seperti peningkatan anggaran, penyelenggaraan RSBI, pembudayaan IT, sampai pelaksanaan Ujian Nasional dan revisi kurikulum menjadi KTSP. Namun kecenderungan yang berorientasi pada materi dan bersifat intelektualistik, mengabaikan aspek kepribadian dan nilai moral. Demikian pernyataan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A dalam seminar nasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rabu (12/5).

“Sebuah lembaga pendidikan harus dibangun di atas nilai-nilai dasar yang luhur dan unggul serta diselenggarakan secara integrated, komprehensif, total dan sinergis,” terangnya.

Berdasarkan pengalaman memimpin Pondok Pesantren Modern Gontor, Zarkasyi menjelaskan, nilai-nilai dasar pendidikan tercermin pada panca jiwa, motto, memegang teguh falsafah, dan berorientasi pada kesederhanaan, kemasyarakatan, tidak berpartai serta ibadah talabul ilmi.
 

Fakultas Psikologi UGM Pelopor Psikologi Indigenous dan Budaya

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta mulai membangun diri untuk menjadi pelopor dan pemimpin dunia dalam permasalahan psikologi indigenous dan budaya dengan mendirikan Center of Indigenous and Cultural Psychology (CICP) di awal 2009.

Pusat Kajian Psikologi Indigenous dan Budaya tersebut sekaligus akan memperkenalkan kekayaan psikologi dan kultur masyarakat Indonesia kepada dunia. Selain itu CICP akan berusaha meneguhkan komitmen masyarakat terhadap psikologi ke-Indonesia-annya, menyusul dominasi keilmuan yang selalu berkaca pada dunia barat.

Hal itu disampaikan Pakar Ilmu Psikologi UGM, Dr. Kwartarini Wahyu Yuniarti dalam jumpa pers pelaksanaan Asian Association International Indigenous and Cultural Psychology (AAICP), di Fakultas Psikologi UGM, Selasa (15/6).

“Saya tidak mengingkari kontribusi keilmuan di barat, dan itu membantu kita untuk obyektif, sistematis, dan bisa mempertanggungjawabkan validitas. Tetapi pendekatannya itu indigenous, jadi dari bawah diangkat, yang kemudian menunjukkan jati diri kita,” terangnya.
 

Rencana Penghapusan Dirjen PMPTK

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Untuk lebih mengefektifkan anggaran, Pemerintah akan menghapuskan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) yang telah memberikan manfaat positif bagi peningkatan mutu guru, selama kurun waktu 5 tahun terakhir. Selanjutnya urusan peningkatan mutu guru kembali menjadi tanggung jawab masing-masing dirjen setiap jenjang pendidikan.

Sementara itu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memberikan reaksi keras terhadap rencana tersebut. Ketua PGRI Provinsi DIY Zaenal Fanani S.Pd, M.A ketika dihubungi Radio Edukasi, Selasa (25/5) menyesalkan wacana penghapusan Dirjen PMPTK.

“Dirjen ini (PMPTK-red) telah memberikan manfaat bagi peningkatan mutu guru, seperti bertambahnya jumlah guru yang sudah S-1, kemudian sertifikasi dan pelayanan mutu guru menjadi lebih terkonsentrasi. Nah, kalau diserahkan ke masing-masing dirjen ya, sama dengan pengkotak-kotakan atau pembedaan guru”, terangnya.
Last Updated on Tuesday, 01 June 2010 06:59

Disdik Kota Yogyakarta Sesalkan Pemberitaan Hasil UN

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Drs. Syamsuri, M.M menyesalkan Pemerintah Pusat yang tidak memaknai proses Ujian Nasional (UN) dan lebih berorientasi pada hasil. Akibatnya masyarakat menilai  Yogyakarta gagal sebagai Kota Pendidikan. Menurutnya Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), tidak perlu tergesa-gesa saat memberitakannya. Pemerintah harus melihat pelaksanaan UN secara keseluruhan, baik itu hasil maupun proses pelaksanaan UN.

“Masyarakat yang tidak tahu menilai itu sebagai sebuah kegagalan. Padahal kenyataannya siswa di Yogyakarta pandai-pandai. Itu sebabnya saya mohon kepada Pemerintah Pusat agar jangan terlalu tergesa-gesa dalam memberitakan. Selain itu juga jangan setengah-setengah, sehingga terkesan beritanya terpotong-potong.”ujarnya.

Syamsuri berharap Pemerintah Pusat dapat mengkaji hasil evaluasi UN secara keseluruhan, sehingga dapat menjadi referensi pelaksanaan UN mendatang. (ari)

DIY Pilot Project Etika Berlalu Lintas

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Meningkatnya angka kecelakaan di jalan raya dengan korban usia remaja, menimbulkan kepedulian Yayasan Astra Honda Motor (AHM) untuk mengkampanyekan kegiatan safety riding (keamanan berkendara) di kalangan remaja dan pelajar. Namun Yayasan AHM merasa kegiatan kampanye ini belum cukup membawa perubahan, sehingga perlu dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran. Demikian penjelasan Ketua Yayasan AHM Kristanto dalam program talkshow Edu Publik di Radio Edukasi AM 1251, Sabtu (12/6). ggg

“Tingkat kecelakaan banyak terjadi di usia-usia produktif, seperti siswa SMA dan SMP. Hal ini disebabkan mereka belum memahami sepenuhnya cara berkendara yang aman. AHM merasa perlu untuk melakukan pembinaan mengenai safety riding melalui sekolah,” jelasnya.

Menindaklanjuti kondisi ini, pihaknya mengusulkan ke Pemerintah Kota Yogyakarta dan bermitra dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk merealisasikan adanya kurikulum etika berlalu lintas. Kristanto mengatakan, pendidikan mengenai etika berlalu lintas ini akan masuk dan terintegrasi dalam mata pelajaran lain. Saat ini pihaknya tengah menyusun kurikulum bersama kepala sekolah dan dinas terkait.  vvvvv
Last Updated on Wednesday, 07 July 2010 17:09

Page 5 of 9