Radio Edukasi AM 1251kHz

Cerdas, Santun, dan Menghibur !!

Saturday, Sep 04th

Last update:09:53:57 AM GMT

RSS
You are here:

BPMR

 
depanBalai Pengembangan Media Radio (BPMR) sebagai unit pelaksana teknis Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Depdiknas melalui SK Mendiknas Nomor 103/O/2003 berupaya mendukung pemecahan permasalahan pendidikan terutama yang berkaitan pada pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan mutu, relevansi dan daya saing.Sejalan dengan uraian di atas BPMR membuat sebuah gebrakan dan langkah yang cerdas dengan membangun suatu stasiun Radio yang konsen dalam bidang pendidikan. Radio ini dinamakan Radio Edukasi (RE) yang menyiarkan materi siaran pendidikan di frekuensi AM 1251 kHz.

DRS 2006 - The radio automation software 2.2

E-mail Print PDF

Screen Capture

DRS 2006 - The radio automation software - The DRS 2006 Software Packages are complete radio automation systems. Now you can turn your PC into a powerful music machine without buying expensive hardware. No need to buy two or more sound cards or hardware mixers to get all the mixing and production tools you need to create a professional on the air program.

Last Updated on Wednesday, 21 January 2009 02:59

Indonesia Peringkat IV Penderita Diabetes

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Penderita Diabetes Mellitus (DM) di Indonesia saat ini telah mencapai 8,3 juta jiwa dari seluruh jumlah penduduk Indonesia. Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-4, setelah India (79,4 juta jiwa), China (42,3 juta jiwa), dan Amerika Serikat (30,3 juta jiwa).

Jumlah penderita DM mengalami peningkatan setiap tahunnya sebanyak 14,7% di perkotaan dan 7,2% di pedesaan. Demikian disampaikan dr. Agus Widiatmoko, M.Sc dalam Seminar Diabetes dan Kebutaan di Asri Medical Center (AMC) Yogyakarta, Sabtu (29/5).
 
“Penyakit ini mulai dikenalkan dengan istilah Diabetes Mellitus (DM) tipe 1, Diabetes Mellitus (DM) tipe 2, dan kemudian dead atau meninggal dunia. DM tipe 1 terjadi akibat kerusakan sel beta di kelenjar pankreas (kelenjar ludah perut-red) sehingga tidak dapat menghasilkan hormon insulin yang berfungi mengendalikan kadar glukosa dalam darah. Sedangkan DM tipe 2 lebih pada sekresi insulin atau tubuh kurang peka terhadap efek kerja hormon insulin,” terangnya.
Last Updated on Friday, 04 June 2010 07:27

Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Sebanyak 29 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Sabtu (15/5) mengikuti Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRI-KRCI) Regional III tahun 2010 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Rektor UNY  Dr. Rochmat Wahab dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi peran para peserta KRI-KRCI. Ia berharap kontes ini dapat turut memajukan pendidikan di Indonesia dengan karya-karya terbaik mereka. Menurutnya hasil karya mahasiswa yang mengikuti kontes robot merupakan sebuah titik awal untuk berkarya di kemudian hari.

“Perkenankan saya memberikan apresiasi kepeda peserta KRI dan KRCI 2010. Anda mahasiswa pilihan yang telah mampu menciptakan karya terbaik di bidang rekayasa robot,” ujarnya.

Rochmat Wahab berharap Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendiknas dapat turut mempromosikan dan menyalurkan bakat para mahasiswa.
Last Updated on Tuesday, 01 June 2010 07:01

Mahasiswa UAD Yogyakarta Tuntut Revisi Kebijakan Kampus

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (KBM-UAD) Yogyakarta, Selasa (8/6) menggelar aksi demo menuntut pihak Rektorat UAD untuk merevisi kebijakan kampus. Mereka mengelar long march dari Kampus II UAD Jalan Pramuka, menuju Kampus III Jalan Prof. Dr. Soepomo, dan berakhir di Kampus I Jalan Kapas Yogyakarta, yang merupakan pusat administrasi Universitas.

Humas KBM-UAD Muhammad Fathoni menjelaskan, aksi tersebut dilakukan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya terhadap rencana pemberlakuan International Standar Organization (ISO) di UAD. Mereka menganggap jika ISO diberlakukan di UAD, maka hal itu seperti implementasi yang dipaksakan. Menurutnya UAD masih membutuhkan banyak pembenahan terutama dari sisi manajemen.

“Sebenarnya sudah lama kami ingin melakukan aksi, namun dengan berbagai kondisi yang ada di kampus, akhirnya baru kesampaian sekarang. Dan selama ini mahasiswa UAD lebih banyak yang diam, padahal banyak personal manajemen yang perlu dibenahi,” ujarnya.

Komisi D DPRD DIY Dorong Persamaan Kebijakan PPDB Kabupaten/Kota

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Komisi D DPRD Propinsi DIY, yang membidangi pendidikan, mendorong Pemerintah untuk menyeragamkan kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Hal ini dilakukan menyusul banyaknya peraturan PPDB yang berbeda di tiap kabupaten / Kota se-DIY. Pernyataan tersebut disampaikan anggota Komisi D DPRD DIY, Putut Wiryawan dalam rapat koordinasi PPDB di Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY Kamis (17/6).

“Kalau kita kaitkan dengan pelayanan publik, sebaiknya setiap kebijakan, termasuk PPDB, berada di bawah kendali Provinsi. Jadi nanti output-nya seragam,” ujarnya.

Putut juga menyinggung salah satu kebijakan PPDB, yaitu pemberlakuan kuota 75 persen bagi masyarakat Kota Yogyakarta dan 25 persen luar Kota Yogyakarta. Kebijakan tersebut menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat luar Kota Yogyakarta, sehingga harus disamakan dengan kabupaten lain.

Page 6 of 9