Radio Edukasi AM 1251kHz

Cerdas, Santun, dan Menghibur !!

Saturday, Sep 04th

Last update:09:53:57 AM GMT

RSS
You are here:

BPMR

 
depanBalai Pengembangan Media Radio (BPMR) sebagai unit pelaksana teknis Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Depdiknas melalui SK Mendiknas Nomor 103/O/2003 berupaya mendukung pemecahan permasalahan pendidikan terutama yang berkaitan pada pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan mutu, relevansi dan daya saing.Sejalan dengan uraian di atas BPMR membuat sebuah gebrakan dan langkah yang cerdas dengan membangun suatu stasiun Radio yang konsen dalam bidang pendidikan. Radio ini dinamakan Radio Edukasi (RE) yang menyiarkan materi siaran pendidikan di frekuensi AM 1251 kHz.

Sekolah Tidak Boleh Menahan Ijazah Karena Alasan Biaya

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY siap menjadi mediator antara sekolah dan masyarakat dalam urusan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Salah satu isu yang berkembang adalah adanya penahanan ijazah di SMK karena alasan biaya. Kejadian ini dialami oleh siswa pemegang KMS maupun yang dari luar kota. Hal itu disampaikan Wakil Ketua LOD DIY Bagus Sarwono, S.Pd Si di kantornya, Kamis (17/6).

“Pada prinsipnya tidak boleh ada penanahanan ijazah karena akan menghambat siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Selain itu siswa ber-KMS harus dibebaskan dari segala bentuk pungutan. Sementara bagi siswa yang sekolah pada lintas daerah harus dicover oleh pemerintah Kabupaten / Kota masing-masing,” tegasnya.

Bagus Sarwono menambahkan, selain persoalan tersebut LOD juga mengidentifikasi beberapa masalah, seperti adanya aturan PPDB yang belum diketahui oleh sekolah serta pencabutan KMS menjelang PPDB.

Mengapa Lampu Rem Berwarna Merah?

E-mail Print PDF

Warna merah pada lampu rem sebuah kendaraan menandakan peringatan pada kendaraan yang berada di belakangnya agar selalu berhati-hati.

Bukan hanya pada lampu rem, lampu lalu lintas dan lampu menara-menara tinggi pun memilih warna merah sebagai tanda peringatan yang paling mutlak.

Di bumi ini, kita hidup dikelilingi atmosfer. Cahaya yang melewati atmosfer akan dihamburkan. Besarnya penghamburan cahaya tergantung dari warnanya. Warna merah adalah warna yang paling sedikit dihamburkan, sehingga dapat merambat dengan jarak yang lebih jauh dibandingkan warna lainnya. Dengan begitu, setiap orang dapat melihat tanda peringatan dan bisa berhati-hati dari jarak jauh agar tidak terjadi benturan yang tidak diinginkan.

Oleh: Yohanes Surya (Pojok Sains Media Indonesia)

Last Updated on Friday, 09 July 2010 16:04

Siswa SD Muh. Notoprajan Demo Membatik

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Ratusan siswa SD Muhammadiyah Notoprajan Yogyakarta menggelar demo membatik di sepanjang Jl. Agus Salim Yogyakarta, Kamis (3/6). Upaya tersebut sebagai wujud konkrit pelestarian batik dan mempromosikan keunggulan sekolah yang berkonsentrasi pada kurikulum batik.

Guru membatik SD Muhammadiyah Notoprajan, Astri Oktaviana S.Pd menuturkan, pihaknya mulai memberikan pelajaran membatik sejak siswa kelas satu, dengan ragam motif yang bersifat pengenalan.
 
“Justru siswa merasa senang dengan adanya kegiatan membatik. Hal itu terbukti jika mereka disuruh membawa peralatan membatik, mereka patuh dan kemudian membuat motif batik. Dari keadaan tersebut, sudah kelihatan kalau siswa sangat bersemangat,” ujarnya.

Astri menambahkan, sekolahnya menerapkan kurikulum batik dengan mengadopsi melalui Dinas Pendidikan, ditunjang dengan kreativitas guru batik di sekolah tersebut.
 

Disdik Kota Yogyakarta akan Terapkan Kurikulum Etika Berlalu Lintas

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): Ketidakpatuhan pengguna jalan terhadap rambu-rambu lalu lintas menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas pada usia produktif di Kota Yogyakarta. Terkait hal itu, pendidikan membutuhkan pedoman dalam etika berlalu lintas melalui kurikulum. Demikian pernyataan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta Drs. Syamsuri, MM usai membuka Uji Publik Pedoman Pembelajaran Etika Berlalu Lintas di Taman Pintar, Jl. Panembahan Senopati Yogyakarta, Sabtu (15/5).

“Pedoman tersebut selanjutnya akan menjadi dasar penerapan kurikulum pembelajaran etika berlalu lintas pada tahun ajaran 2010/2011 mendatang, dengan sasaran jenjang pendidikan SMP dan SMA,” terangnya.

Kurikulum etika berlalu lintas ini, lanjut Syamsuri, tidak menjadi mata pelajaran tersendiri namun menyatu dengan 10 mata pelajaran lain, seperti Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani/Ketrampilan dan Teknologi Informasi.
 
“Kurikulum ini nanti tidak menjadi mata pelajaran tersendiri melainkan menyatu dengan mata pelajaran lain. Kasihan siswa nanti kalau terlalu banyak kurikulum dalam mata pelajaran sendiri,” paparnya.

SD Muh. Suronatan Tertinggi UASBN Se-Kota Yogyakarta

E-mail Print PDF
YOGYAKARTA (RE): SD Muhammadiyah Suronatan memperoleh peringkat pertama dengan nilai rata-rata 25,92 untuk hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dari 181 sekolah se-Kota Yogyakarta. Demikian penuturan Kepala SD Muhammadiyah Suronatan Kismadi, S.Pd kepada Radio Edukasi, Jumat (4/6).
 
“Alhamdulillah tahun ini (2010-red) kita bisa mengungguli 181 sekolah di kota Yogyakarta, termasuk beberapa sekolah dasar negeri yang terbaik. Kemudian rincian nilai, Bahasa Indonesia 8,03, Matematika 8,88 dan IPA 9,01,” terangnya.

Selain tertinggi se-Kota Yogyakarta, dua siswa SD Muhammadiyah Suronatan yaitu Aziz Harya Gumilang dan Roro Puspita Narastiti Aprilina, juga mampu mengukir nilai rata-rata tertinggi se-DIY. Keduanya memperoleh nilai dengan rata-rata sama, yakni 28,25. Sementara rata-rata tertinggi sekolah tersebut pada mata pelajaran IPA dengan nilai 9,01.
Last Updated on Saturday, 05 June 2010 03:41

Page 7 of 9