|
Berita Pendidikan
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 03 February 2010 22:07 |
|
Rasio guru di Indonesia hampir sama dengan Jepang. Artinya jumlah guru di Indonesia sudah mencukupi kebutuhan pendidikan. Namun demikian, kompetensi guru dan distribusi guru kurang merata. Demikian disampaikan Kepala Biro Perencanaan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Drs. R. Agus Sartono, MBA pada acara rapat koordinasi bersama Gubernur DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, baru-baru ini. Ia menyebutkan, rasio kompetensi guru di Provinsi DIY tergolong paling baik di Indonesia. Sementara itu prosentase sertifikasi guru sudah mencapai lebih dari 30 persen jumlah guru di DIY. Diperkirakan pada tahun 2015 mendatang semua guru sudah lulus sertifikasi.
Lebih lanjut Agus Sartono menjelaskan, saat ini yang masih menjadi kendala di Indonesia adalah ketersediaan guru SMK. “Kebutuhan guru SMK masih dirasa kurang. Karena jumlah guru SMK dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan, tidak dapat mengimbangi bertambahnya jumlah SMK di setiap provinsi di Indonesia” ujarnya. Oleh karena itu, peningkatan guru SMK akan menjadi program utama Depdiknas. Rencana strategis Kementerian Pendidikan Nasional 5 tahun ke depan mengangkat tema terselenggaranya layanan pendidikan yang formal agar tercipta masyarakat yang cerdas komprehensif. “Program ini dijabarkan dalam misi 5 K, yakni meningkatkan ketersediaan pelayanan pendidikan; meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan; meningkatkan relevansi dan mutu pendidikan; meningkatkan kesetaraan dalam memperoleh pendidikan; dan meningkatkan kepastian dan keterjaminan memperoleh pendidikan”, tambah Agus. (ton) |