|
Berani melakukan sesuatu yang beda, menjadi prinsip seorang Arwahyu Sugito. Dari tangan sarjana komputer yang berprofesi sebagai guru bidang studi Produktif Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 2 Bawang Banjarnegara itu, tercipta komponen elektronik untuk membuat robot dan beraneka ragam alat rekayasa elektronika. Alat yang diciptakan, di antaranya bel otomatis sekolah, mesin antrean, pengatur lampu lalu lintas dan tulisan berjalan. Lewat website-nya, guru asal Desa Adipasir Kecamatan Rakit Banjarnegara tadi menjual hasil ciptaannya tadi secara online via internet. Ditemui KR di sela acara Lomba Kompetensi Sekolah (LKS).
SMK tingkat kabupaten di alun-alun kota. Salah satu hasil kreasinya yang ia banggakan, adalah robot line follower, di samping 3 robot lain ciptaannya. Menurutnya, kelebihan robot yang diberinya nama R1D itu ada pada sisi program yang dimasukkan (kecerdasan, kecepatan serta ketepatan). Prototype robot R1D, menurut Arwahyu, bisa diaplikasikan pada dunia industri sebagai pengangkut barang. "Karena robot ini dengan sensornya bisa membaca lintasan, berjalan di atasnya dan bekerja secara otomatis," katanya. Untuk membuat robot line follower yang cerdas diperlukan waktu tidak sampai 1 minggu. Yang paling lama dan susah membuat programnya. Untuk komponen seperti rangkaian pengendali, LCD, sensor dan micro tidak sulit, karena ia juga menjual lewat web e-commerce miliknya. Robot R1D ini bentuknya mirip seperti serangga. Dan untuk ukuran tergolong besar, lebar 30 cm panjang 60 cm dan tinggi 25 cm. Supaya lebih ringan, badan dan mekanik menggunakan bahan aluminium. Sedangkan motor penggerak menggunakan Power Window yang diambil dari mobil Toyota Avansa dan dikendalikan dengan microcontroler ATmega 8535 buatan ATMEL. Meski dibuat dari alat-alat sederhana, kemampuan robot ini sudah terbilang cerdas dan canggih. Kaki-kaki robot bisa berjalan secara mandiri maupun dengan remote control. Jika ada halangan, dengan sensornya robot ini bisa mundur secara otomatis. Banjarnegara Sabtu (24/1), Arwahyu mengatakan, sebenarnya sama sekali tidak terpikirkan untuk terjun ke bidang rekayasa elektronika dan robot. Sebab, latar-belakang pendidikannya adalah sarjana komputer. Tapi jalan hidup mengatakan lain. "Semua berawal dari hobi. Saya suka bereksperimen," katanya. Profesinya sebagai seorang guru tidak menyurutkan kreativitasnya dalam berkarya.... |
Comments
mohon di balas…terima kasih Reply | Reply with quote | Quote
coba ke beringharjo mas…robot-robotan..
RSS feed for comments to this post.