Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia akhir dasawarsa ini telah memasuki babak yang menentukan dengan adanya implementasi dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Penerapan KBK ini ternyata berhasil mengubah corak pendidikan di Indonesia yang semula berpusat kepada guru dan menitikberatkan pada pembelajaran klasikal kini berubah haluan menjadi pembelajaran yang menekankan kepada proses sehingga pembelajaran lebih berpusat kepada siswa.
Proses belajar mengajar selain merupakan inti dari proses pendidikan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ternyata juga merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara siswa yang belajar dengan guru sebagai pengajar. Dari belajar melahirkan perubahan perilaku dalam diri setiap individu sebagai akibat dari interaksi antara individu dengan individu yang lainya ataupun interaksi dengan lingkungannya di tempat kita hidup dan tinggal. Sedangkan mengajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru untuk membimbing siswa dalam kegiatan pembelajarannya. Dalam hal ini guru berperan untuk mengorganisasikan lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pelajaran dalam rangka pencapaian tujuan belajar serta kreativitas pengalaman belajar.
Pengalaman belajar menunjukkan kegiatan belajar siswa yang dilakukan melalui interaksi dengan objek atau sumber belajar. Bentuk pengalaman belajar dapat berupa kegiatan yang nyata dilakukan di lapangan. Meskipun ada beberapa buku dari pemerintah pusat yang menjadi acuan, namun sifat dan pola pembelajaranya masih mengacu pada pola pembelajaran klasikal (teacher centered) sehingga hal seperti ini dianggap sebagai satu pola pembelajaran yang tidak aktif (inactive learning). Selain itu, kurangnya kreativitas dan keterampilan dari guru dirasa juga belum mampu meningkatkan kesadaran bagi siswa terhadap lingkungan siswa hidup dan bertempat tinggal.
Pengalaman belajar menunjukkan kegiatan belajar siswa yang dilakukan melalui interaksi dengan objek atau sumber belajar. Bentuk pengalaman belajar dapat berupa kegiatan yang nyata dilakukan di lapangan. Meskipun ada beberapa buku dari pemerintah pusat yang menjadi acuan, namun sifat dan pola pembelajaranya masih mengacu pada pola pembelajaran klasikal (teacher centered) sehingga hal seperti ini dianggap sebagai satu pola pembelajaran yang tidak aktif (inactive learning). Selain itu, kurangnya kreativitas dan keterampilan dari guru dirasa juga belum mampu meningkatkan kesadaran bagi siswa terhadap lingkungan siswa hidup dan bertempat tinggal.
| < Prev | Next > |
|---|




