Empat Elemen Perubah Dunia
Kamis, 08 Desember 2011 16:00
Yogyakarta (RE), Perlu ada kewaspadaan menghadapi globalisasi. Empat elemen yang merubah dunia akibat dampak globalisasi adalah industri, investasi, individu, dan informasi. Empat elemen tersebut merupakan bentuk budaya barat yang mencoba masuk ke Indonesia. Jika tidak diwaspadai, maka bangsa Indonesia dapat hanyut dan terbawa arus, tanpa ada filterisasi. Perubahan empat elemen tersebut diharapkan dapat menjadi acuan agar masyarakat di indonesia lebih waspada terhadap budaya asing yang masuk, Demikian penuturan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (MENPORA ) RI, Adhyaksa Dault, dalam Seminar Mahasiswa Berprestasi di Grha Sabha Pramana, Kamis, (8/12/11) pagi.
“Jadi 4 itu, industri, investasi, individualis, dan yang keempat adalah informasi. Ini yang merubah dunia. Wah ini berat ini. Lalu dengan cara apa harus melakukan perubahan-perubahan itu? Ya harus dari kita sendiri. Kamu tidak bisa memperbaiki dunia, tetapi kamu bisa memperbaiki komunitasmu sendiri “, jelas Adhyaksa Dault.Sementara itu, menurut Ketua Penyelenggara Seminar Mahasiswa Berprestasi, Muhammad Ali Fatha, acara ini bertujuan untuk mengenalkan dan menginformasikan kepada mahasiswa mengenai mekanisme mahasiswa berprestasi, di UGM. “ Selama ini proses pemilihan mahasiswa berprestasi berlangsung secara tertutup. Proses pemilihan berlaku secara berjenjang, mulai dari Fakultas, kemudian tingkat Universitas, dan terakhir, dikirim ke Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Dikti Kemdikbud). Oleh sebab itu, kami ingin memberikan informasi kepada mahasiswa, mengenai mekanisme pemilihan mahasiswa berprestasi “, jelas Ali. Menurut Ali, Mahasiswa UGM lebih mengetahui Presiden Mahasiswa (Presma) daripada Mahasiswa Berprestasi (Mapres). Selama 2-3 tahun ini, pemilihan diadakan tertutup. Sehingga banyak mahasiswa berprestasi UGM tidak tersentuh.
Seminar Mahasiswa Berprestasi yang mengusung tema “Aktualisasi Prestasi, Inovasi, dan Kontribusi Pemuda dalam Membangun Bangsa yang Berdaya Saing Global” tersebut, diikuti oleh sekitar 500 mahasiswa. Selain Adhyaksa Dault, hadir pula sebagai pembicara Anggito Abimanyu, dosen UGM sekaligus musisi. (Ken)









